GlobalDetik24.com – Pemuda Laksamana Melayu Kota Dumai kembali menyuarakan keprihatinan serius terhadap dugaan berbagai persoalan yang dikaitkan dengan salah satu tempat hiburan malam di Kota Dumai. Sorotan ini mencuat menyusul pemberitaan terkait penangkapan seorang pembawa narkotika jenis ekstasi yang disebut terjadi pasca keributan di sekitar Kujira Pub & KTV.
Panglima Pemuda Laksamana Melayu Kota Dumai, Said Alwi, S.Sos, secara tegas menyampaikan kekecewaan sekaligus kemarahannya atas kondisi tersebut. Ia menilai, jika dugaan tersebut benar, maka hal itu berpotensi merusak citra Dumai sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai adat, agama, dan moral.
“Kami sangat marah dan kecewa. Tanah Melayu adalah tanah yang beradab, menjunjung tinggi adat, agama, dan moral. Jangan sampai citra Kota Dumai dirusak oleh aktivitas yang diduga menjadi pemicu berbagai persoalan hukum dan sosial. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran, tanpa pandang bulu,” tegas Said Alwi, Jumat (31/7/2026).
Senada dengan itu, Ahmad Aldo Riwaldi dari Pemuda Laksamana Melayu Kota Dumai juga melontarkan kritik keras terhadap keberadaan tempat hiburan malam yang dinilai berpotensi membawa dampak negatif, khususnya bagi generasi muda.
“Dumai adalah Kota Tanah Melayu, tanah yang beradab. Ooi Kujira, jangan rusakkan tanah Melayu kami dengan usaha malam seperti itu. Keberadaan tempat hiburan malam yang tidak diawasi secara ketat dikhawatirkan dapat merusak generasi muda Kota Dumai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh hanya melakukan razia sesaat, melainkan harus menjalankan penegakan hukum secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
“Kami meminta aparat kepolisian bertindak tegas, bukan sekadar razia. Jika ada dugaan pelanggaran hukum, lakukan pemeriksaan secara menyeluruh sesuai aturan yang berlaku agar Kota Dumai benar-benar bersih dari peredaran narkoba dan tindak pidana lainnya,” tambahnya.
Pemuda Laksamana Melayu Kota Dumai menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda serta upaya menjaga marwah Kota Dumai sebagai Tanah Melayu yang menjunjung tinggi nilai adat, agama, dan hukum.
Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mendukung penegakan hukum yang adil, serta menjaga keamanan dan ketertiban demi menciptakan lingkungan yang bersih dari berbagai bentuk penyakit masyarakat. (*)
Penulis: Risky Edo




0 Komentar